A. DEFINISI MENURUT PARA PAKAR
PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia)
Ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan jalan napas tetap paten. Fokus utamanya adalah pada mekanika pembersihan jalan napas yang terhambat.
NANDA International
Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk menjaga kebersihan jalan napas. Menekankan aspek proteksi jalan napas yang hilang akibat faktor internal maupun eksternal.
Lynda Juall Carpenito
Suatu kondisi di mana individu mengalami ancaman pada status pernapasan sehubungan dengan ketidakmampuan untuk batuk secara efektif.
Marilynn E. Doenges
Kondisi di mana pasien tidak dapat memelihara kebersihan jalan napas karena adanya sumpalan lendir, edema, atau spasme bronkus yang menghalangi ventilasi adekuat.
Wilkinson & Treas
Ketidakmampuan untuk menyingkirkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas guna mempertahankan patensi jalan napas, yang dapat mengganggu pertukaran gas alveolar.
B. BATASAN KARAKTERISTIK (INDIKATOR DIAGNOSTIK)
1. Data Objektif
- Batuk tidak efektif / tidak mampu batuk
- Produksi sputum meningkat
- Bunyi napas tambahan (ronchi, wheezing)
- Penurunan bunyi napas
- Obstruksi jalan napas
- Penggunaan otot bantu napas
- Frekuensi napas abnormal
2. Data Subjektif
- Dispnea (sesak napas)
- Rasa tidak nyaman saat bernapas
- Sulit mengeluarkan dahak
C. PATOFISIOLOGI
Bersihan jalan napas tidak efektif terjadi akibat gangguan mekanisme pertahanan paru, meliputi refleks batuk, fungsi silia, dan produksi mukus.
Alur patofisiologi:
Iritasi / infeksi / obstruksi
↓
Peningkatan produksi mukus
↓
Akumulasi sekret di jalan napas
↓
Gangguan pembersihan mukosiliar
↓
Obstruksi jalan napas
↓
Ventilasi tidak adekuat
↓
Gangguan pertukaran gas
↓
Hipoksia
D. PENYEBAB (ETIOLOGI)
1. Faktor Fisiologis
- Spasme jalan napas
- Hipersekresi jalan napas
- Disfungsi neuromuskuler (misalnya stroke, cedera kepala)
- Benda asing dalam jalan napas
- Eksudat di alveoli
- Hiperplasia dinding jalan napas
- Proses infeksi
- Respons alergi
- Efek agen farmakologis (anestesi, sedatif)
2. Faktor Situasional
- Merokok aktif maupun pasif
- Terpapar polutan/iritan
- Tindakan intubasi endotrakeal
E. GEJALA DAN TANDA MAYOR
Subjektif
- Tidak tersedia
Objektif
- Batuk tidak efektif / tidak mampu batuk
- Sputum berlebih / obstruksi jalan napas
- Wheezing dan/atau ronchi
- Mekonium di jalan napas (neonatus)
F. GEJALA DAN TANDA MINOR
Subjektif
- Dispnea
- Sulit berbicara
- Orthopnea
Objektif
- Gelisah
- Sianosis
- Bunyi napas menurun
- Perubahan frekuensi napas (takipnea/bradipnea)
- Perubahan pola napas
G. PEMERIKSAAN PENUNJANG
- Analisa Gas Darah (AGD): menunjukkan hipoksemia atau hiperkapnia
- Pulse oximetry: penurunan saturasi oksigen (SpO₂)
- Foto thoraks: infiltrat, atelektasis, atau obstruksi
- Pemeriksaan sputum: identifikasi infeksi
- Bronkoskopi (bila diperlukan): melihat obstruksi langsung
H. KONDISI KLINIS TERKAIT
- Guillain-Barré Syndrome
- Multiple sclerosis
- Myasthenia gravis
- Stroke (CVA)
- Trauma kepala / cedera medula spinalis
- Pneumonia
- Bronkitis
- Asma bronkial
- Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
- Edema paru
I. KOMPLIKASI
- Hipoksia
- Atelektasis
- Infeksi paru lanjutan
- Gagal napas
- Asidosis respiratorik
J. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)
Bersihan Jalan Napas Meningkat (L.01001)
Kriteria Hasil:
- Batuk efektif meningkat
- Produksi sputum menurun
- Wheezing menurun
- Ronchi menurun
- Dispnea menurun
- Sianosis menurun
- Frekuensi napas membaik (12–20 kali/menit)
- Pola napas membaik
K. INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI)
1. Latihan Batuk Efektif (I.01006)
Observasi:
- Identifikasi kemampuan batuk
- Monitor retensi sputum
Terapeutik:
- Atur posisi semi-Fowler atau Fowler
- Sediakan sputum pot
Edukasi:
- Jelaskan tujuan dan prosedur
- Ajarkan teknik: tarik napas 4 detik → tahan 2 detik → hembuskan 8 detik
Kolaborasi:
- Pemberian mukolitik / ekspektoran
2. Manajemen Jalan Napas (I.01011)
Observasi:
- Monitor pola napas
- Monitor bunyi napas tambahan
- Monitor sputum (jumlah, warna, bau)
Terapeutik:
- Lakukan suction (<15 detik)
- Berikan oksigen bila perlu
Edukasi:
- Ajarkan teknik napas dalam dan batuk efektif
Kolaborasi:
- Bronkodilator, mukolitik, ekspektoran
3. Fisioterapi Dada
Observasi:
- Identifikasi lokasi sekret
Terapeutik:
- Perkusi dada
- Vibrasi
- Postural drainage
Edukasi:
- Ajarkan keluarga membantu posisi drainase
L. RASIONAL TINDAKAN
- Posisi Fowler → meningkatkan ekspansi paru
- Batuk efektif → membantu mobilisasi sekret
- Suction → mengeluarkan sekret yang tidak dapat dikeluarkan pasien
- Oksigen → meningkatkan saturasi oksigen
- Fisioterapi dada → membantu pengeluaran sekret
M. EDUKASI PASIEN
- Hindari paparan asap rokok
- Minum cairan cukup (jika tidak kontraindikasi)
- Lakukan latihan napas dalam
- Patuhi pengobatan
- Segera lapor jika sesak meningkat
N. DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, L. J. (2017). Handbook of Nursing Diagnosis (15th ed.).
Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nursing Care Plans.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses 2021–2023.
PPNI. (2017). SDKI. Jakarta: DPP PPNI.
PPNI. (2018). SIKI. Jakarta: DPP PPNI.
PPNI. (2019). SLKI. Jakarta: DPP PPNI.
Wilkinson, J. M., & Treas, L. S. (2016). Fundamentals of Nursing.

